Mereka Cinta, Mereka Sayang..

via cang gugel.com
 
Februari..
Yang katanya bulan penuh cinta. yang katanya bulan penuh kasing sayang. yang katanya bulan paling romatis dibanding bulan-bulan lainnya. Entah kenapa awal mulanya, mungkin karena ada perayaan valentine di 14 Februari, makanya setaip masuk februari semua nuansa berubah menjadi merah menjurus ke pink-pink an. 
Ya meskipun pasti tetep saja ada pro kontra masalah bulan kasih sayang maupung hari valentine, toh kita ga usah ambil pusing. yang terpenting dengan adanya Jargon bulan kasih sayang, serentak di bulan februari menjadi bulan penuh kasih sayang bagi para pelaku usaha Coklat, Bunga, Boneka, dll yang kecipratan orderan. Sampe-sampe Go Jek pun ikur kecipratan orderan di hari valentine kemaren..

Nah, biasanya kasih sayang atau cinta selalu identik dengan kisah laku perbuatan lawan jenis seorang wanita dengan seorang pria entah itu yg berumur ataupun yang masih piyik (yang masih piyik biasanya lebih heboh).. Eh naasnya Jaman Modern Edan sekarang malah kasih sayang dan cinta identik dengan kasih sayang sesama jenis para kaum LGBT (Lesbi, Gay, Bisex & Transgender).. Hah sudahlah, biarkan mereka dilaknat nantinya atas perbuatannya.. Cerita kali ini ga mau bahas masalah LGBT, karena emang buat apa ceritain hal tersebut..

Coba kita sedikit berpikir ga biasa, hal apakah yang bisa kita sebut dengan Cinta atau kasih sayang, yang tidak melulu tentang dua sejoli.. Hal-hal yang hampir setiap harinya kita alami namun tanpa kita sadari hal tersebutlah yang bisa kita bilang cinta sebenarnya, tanpa bawa bawa turunan adam hawa dan tetek bengek rayuan picisan ala Kahlil Gibran yang katanya pujangga tersohor itu..

Kalian tau Bonek, Viking, Aremania, The Jak Mania?? atau kalau bagi kalian yang ga saka barang lokal mungkin tau Hooligan, Liverpulians/The Kopites, Madridistas, Milanisti, Gooners, Citizen, Barcelonistas??. Okeh saya yakin sudah pasti tau lah ya. Kalau bicara soal Cinta dan Kasih sayang, so pasti saya nempatin posisi nomor teratas ini kepada para fans sepakbola ini. Entah magis apa yang bikin mereka seperti itu, membela habis habisan club kesayangan dari mulai beli harga tiket selangit, desak desakan masuk stadion, mentato tubuh, bela belain begadang, sampai adu bacot adu jotos kalau tim kesayangan kalah dan dihina. Kalau dipikir apa yang mereka dapat?? toh cuma perasaan bahagia kalau tim mereka menang dan juara, tidak ada hal lain yang mereka dapatkan. Saya sebenermya juga fans sebuah club sepakbola dan merasakan apa yang mereka rasakan, Cinta... Cinta terhadap klub idola.. kalau dipikir logika sih ngapain juga sampe segitunya, tapi kan kata pujangga dan kata Agnse Monica, Cinta itu kadang kadang tak pakai logika.

Lalu, kalian pernah mendengar nama Ibu Aisyah, Pak Gatot, Ibu Sulistianingsih, Bapak Muljono dan siapapun nama Ibu dan Bapak guru kita dulu waktu kecil.. Atau pernah dengar Ibu Butet? pengajar Suka Anak Dalam di pedalaman Jambi. Atau pernah dengar Indonesia Mengajar? atau Kisah inspiratif guru guru lainnya di desa terpencil lainnya.. inilah salah satu bentuk Cinta dan Kasih Sayang yang saya salut dan angkat topi. Kita sama-sama tahu lah jaman dulu gaji guru berapa??. Gimana rasanya hidup di pedalaman kayak Ibu Butet buat ngajar suku anak dalam, suku yang buta baca tulis dari lahir, suku yang hidup berpindah-pindah dari satu kebun ke kebun lainnya.. atau kisah heroik para lulusan muda yang rela mengabdi ke desa desa untuk jadi tenaga pegajar disana, meskipun kita tahu dengan kepintaran dan rekam jejak akademik mereka, tentunya ga susah buat masuk perusahan multi nasional.. Itulah bukti Cinta, cinta terhadap masa depan Indonesia kedepanya, tentu Indonesia yang lebih baik dengan pendidikan yang merata.
 

Dan inilah Cinta yang sebenarnya cinta. Anda tentu pernah keluar tengah malam, pagi buta atau di waktu subuh melihat seorang bapak-bapak mencari rezeki dengan berbagai macam profesi. Ada supir angkot, driver ojek, pembersih jalan raya, tukang tambal ban, tukang betulin jalan rusak, tukang nasi goreng, tukang pecel ayam, depot jamu, warkop pinggir jalan, security kantor, hansip komplek perumahan, penjaja koran, penjual kue subuh, dan segala macam profesi di saat matahari masih belum tampak. Disaat yang lain yang normal masih tertidur dan terlelap, mereka teteap melawan angin malam untuk keluarga terkasih. Sudahlah, kalo tentang ini ga usah banyak penjelasan kata kata.. Toh kita sudah tahu apa yang mereka lakukuan itu adalah bukti shahih tanda cinta mereka kepada keluarga tersayang, istri dan anak-anak mereka.. Tak kenal waktu, tak kenal capek, meski gelap dan menahan kantuk ya atas nama Cinta terhadap keluarga mereka tetep ikhlas menjalani pekerjaan tersebut.. Ada kepuasan banthin tersendiri  bagi mereka, ketika apa yang mereka kerjakan itu bisa membuat keluarga mereka bahagia dan terus tersenyum setiap harinya.. Bukan sok mennggurui, atau gaya2an kasih nasehat.. buat kalian yang masih punya orang tua, segeralah datangi orang tua kalian atau hub mereka, katakan terima kasih dan katakan kalau kalian menyayangi mereka :). Semua yang telah mereka lakukan selama ini ya simpel, karena Mereka Cinta, Mereka Sayang..

Sayang dan Cinta tak kenal waktu, meski februari dibilang bulan penuh cinta tapi cinta kita harus tetap mekar setiap waktu.. #hasseekkk

salam.

-akhsan catur-
Muara Bungo 17 Februari 2016






Belajarlah dari orang China.

"Tuntutlah ilmu sekalipun di negeri China"

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat itu. Kalimat yang (katanya) merupakan penggalan dari hadist Nabi Muhammad SAW. ya, katanya kalimat itu merupakan sebuah hadist, meski kalau kita berselancar di dunia maya akan kita temukan ulasan tentang lemahnya hadist tersebut. Salah satunya bisa dibaca disini, silahkan baca dan simpulkan sendiri toh saya menulis cerita ini bukan untuk memperdebatkan tentang benar tidak kalau kalimat itu adalah benar Hadist dar Nabi Muhammad SAW. Mau itu hadist shahih (kuat) ataupun lemah, biarkan saja toh kita semua pasti sepakat kalau kalimat itu sudah populer di masyarakat.

Cerita kali ini sengaja saya tulis karena memang kurang lebih 4 tahun ini saya bekerja, berteman, belajar dan ber-bos-kan orang China. Ya, tempat saya bekerja mencari rejeki dan ilmu saat ini adalah group dari perusahan nomor satu di Indonesia, Astra International. Perusahaan yang kita sama-sama tahu berisikan banyak orang China (saya tidak bilang mayoritas, karena kalau dihitung persentase tentu jumlah pribuminya pasti lebih banyak orang pribumi), khususnya di level Managerial.

Sekedar intermezzo, coba kita sedikit bahas tentang China (orang china) secara general. China (Tiongkok) adalah negara dengan penduduk nomor satu terbesar di dunia dengan populasi kurang lebih 1.36 Miliyar kepala. Untuk ukuran luas daratan, China merupakan negara terluas ke-4 setelah Rusia, Kanada dan AS. 213 orang China masuk ke dalam daftar 1.826 Billionaires (kekayaan diatas 1 Milyar $)  versi Forbes, setara dengan 11% populasi orang kaya berasal dari China. Bahkan 8 dari 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pun adalah berasal dari keturunan China. Mungkin jika bisa di statistikan, mungkin 80% total kekayaan di Indonesia, dikuasai oleh 20% keturunan China, mirip seperti hukum pareto. Silahkan gugling sendiri atau langung pelototin forbes.com untuk lebih lengkapnya. Bahkan kalau boleh iseng, coba kalian tanya teman, kerabat, keluarga atau siapapun itu yang bekerja di perusahaan besar, industri FMCG, Banking/Financial, Properti, Otomotif, Media, Telco, Oil & Gas dll pasti bos-bosnya kebanyakan peranakan China.  Sampai-sampai hebatnya tentang china, ada joke berbunyi "Cuma makhluk hidup yang buatan Tuhan, sisanya buatan china (Made in China)". Silahkan anda cek keabsahan joke tersebut, barang apa yang anda punya yang tidak ada kaitannya dengan China?? Hanphone, Laptop, Sepatu, Tas, TV, AC dll.. Pasti Made in China. Sampe-sampe, peniti yang barang sekecil itu pun adalah buatan China.

10 orang terkaya di Indonesia 2015 (forbes.com)
Bukan bermaksud untuk menceritakan hal-hal dari sisi finansial atau material. Namun jaman sekarang, kebanyakan orang menagatakan sukses itu adalah orang yang sudah punya kedudukan tinggi dan mapan secara finansial. Meski tolak ukur sukses orang berbeda-beda, namun mayoritas pasti orang bilang sukses itu ya orang yang uda punya A, punya B, punya C dll.

Kembali ke topik cerita, kenapa kali ini saya coba angkat cerita sesuai judul diatas, Belajarlah dari Orang China. 4 tahun bekerja di tempat bekerja saya sekarang banyak membuka mata saya kenapa orang China itu bisa sukses atau bisa sehebat itu. Tentu ini hanya berdasarkan opini saya, apa yang saya liat selama keseharian saya bekerja di perusahaan ini, bukan berdasarkan riset secara kualtitaif ataupun kuantitatif. Tentu saja tidak perlu riset, toh kalau pada akhirnya semua yang saya ceritakan pasti persis seperti apa yang terjadi di tempat kalian bekerja.

Orang China yang saya tau, yang saya kenal secara pertemanan atau pekerjaan adalah orang yang Do the Best dan Disiplin. Apapun yang mereka kerjakan pasti ingin selalu yang terbaik, dasi sisi penampilan atau isinya. Mereka tidak mau yang mereka kerjakan itu setengah-setengah, mereka mau hasil yang setinggi-tingginya dan sebaik-baiknya. Pernah saya punya teman di kantor, untuk sebuah tugas akhir presentasi dia rela melakukaan riset kecil-kecilan laangsung ke perusahaan tetangga untuk menyempurnakan tugas akhir dia, padahal lingkup tugas akhir yang dibuat adalah bersifat internal saja. Juga dari sisi disiplin, ketika kebanyakan dari orang-orang pribumi dikantor banyak yang ingin tergesa-gesa pulangmeski perkejaan belum selesai, tapi banyak teman saya yang china malah tetap asik menyelesaikan perkejaannya sampai selesai, tanpa menunda untuk esok hari. Terlepas dari urgent atau tidaknya pekerjaan itu, mereka tetap ingin kerjaan itu beres cepat, sehingga besok-besok mereka bisa mengerjakan hal lain, ataupun tidak ada kerjaan lain besok mereka bisa prepare di esok harinya takut-takut ada pekerjaan dadakan. Ga heran, dulu mereka-merekalah yang sering nemenin saya lembur dikantor waktu di HO dulu.

Ga temen, ga bos. Bos dan Bosnya bos saya juga orang china. China jawa yang keras dan temperament, tiada hari-hari saya lewatkan tanpa lantangan suaranya ang bisa terdengar sampe bilik sebelah. Bos yang selalu rewel menanyakan progress, yang selalu menambahkan pekerjaan baru disaat pekerjaan satu belum beres, bos yang kadang ga mau tau gimana caranya yang penting harus beres dan good result. Terlepas dari sifatnya tersebut, saya sadar cara itulah yang paling cocok untuk bisa jadi bos saya, bos temperament yang mengharuskan segala sesuatu beres pada tepat waktunya dengan hasil yang terbaik. Dia hanya memberi sekali intruksi dan penjelasan, sisanya biarkan saya yang berpikir dan menyelesaikan masalahnya. Kalau dilihat dari sisi negatif tentu bawaanya selalu mengeluh mendapat bos seperti itu, tapi akhirnya kita tersadar, kita sedang ditempa untuk bisa terbiasa dengan hal tersebut, serba cepat, serba urgent, serba harus terbaik, serba cuan cuan cuan. Toh seni memimpin ada banyak caranya, mungkin cara seperti ini lah yang paling cocok dengan saya.

Nah itu yang saya pelajari dari orang china di lingkup pekerjaan internal saya. Kalau kita bicara dari lingkup lain, tentu masih banyak hal luar biasa lainnya dari orang china. Dagang, Niaga, Bisnis atau Jualan, apapunlah itu namanya ga bakal ada yang ga setuju kalo orang china adalah jawara soal ginian. Silahkan cek tempat sentra bisnis, mau itu Mol, Pasar, ITC, semuanya mayoritas orang Cina. Monggo ke Tanah Abang, cuma ada 2 penguasa disana, orang China dan orang Padang. Silahkan ke Moll & ITC ketika "boleh kakak, cari apa kakak" dipekerjakan oleh pemilik-pemilik yang notabene banyak orang China. Atau ga usah jauh2, silahkan anda iseng mampir ke ruko2 atau toko2 grosiran di pasar daerah anda, entah itu kelontongan (barang harian), toko emas, toko jam sampai toko bangunan, bisa dipastikan mayoritas pemain nya adalah orang China (meski juga banyak orang pribumi).

toko kelontong (via om gugel)
 Pertanyaan simpelnya, kenapa mereka semua bisa seluar biasa itu?. Kalau yang saya lihat, orang China itu punya etos kerja yang luar biasa dan pastinya sense of business nya ga kalah hebat. Kalau anda gugling, taipan-taipan konglomerasi China itu awalnya hanya bisnis kecil-kecilan. Contoh yang sederhana saja, Astra International, awalnya hanya sebuah toko kelontongan rumahan yang menjual kebutuhan sehari-hari, namun seakarang sudah melaham semua lini bisnis di Indonesia dan menjadi perusahaan no 1 di Indonesia. Kurang lebih, inilah sedikit etos kerja yang saya perhatikan dari orang China dalam berbisnis/berdagang :
- Harga Kompetitif. Untung gapapa sedikit, yang terpenting dalam kuantitas yang banyak
- Keuntungan yang didapat bukan untuk dikonsumtifkan, namun di puter lagi sebagai modal untuk perlebar usaha (klo kebanyakan kita, keuntungan dipakai buat konsumtif)
- Lebih baik duit buat beli toko atau nambah modal dulu (otaknya isinya, invest invest, cuan cuan). Beli rumah, mobil bisa nanti-nanti.
- Berpikir bisnis jangka panjang, bersikap jujur dalam berdagang jadi bikin customer itu menjadi langganan
- Tidak menjelekkan toko lain atau toko sebelah, mereka percaya akan etika dan moral (ga hanya mikir untung aja).
- Ulet, gerak cepat, tidak santai-santai dan disipilin. (coba cek sendiri klo belanja ke mereka, pasti gerakanan cepat).
- Tag team, kerja sama yang win-win dengan sesama kolega bisnisnya. Maju bersama, bukan saling menjatuhkan.
- Keras terhadap diri sendiri. Tahan banting, gagal coba lagi, gagal coba lagi. Masalah adalah batu loncatan, dan bukan penghalang sebuah keberhasilan.
- Mendidik anak-anak untuk berbisnis dari dini, ga salah klo kita liat ketika masuk toko orang china pasti ikut melibatkan anak-anak mereka
- dan masih banyak lagi etos kerja yang bisa bikin orang china bisa sesukses itu, mungkin nanti saya akan dapat jawabannya setelah makin banyak bergaul dengan orang china.

Kurang lebih itulah yang saya pelajari dari orang China, orang-orang yang dianggap minoritas di Indonesia namun merekalah pemilik mayortitas kekayaan Indonesia. Dimana ada mereka, pasti ada lahan bisnis yang bisa menghidupkan suatu daerah. Meski segelintir orang tetap saja masih memandang sinir RAS mereka, tapi patut diacungi jempol kalo merekalah bisnisman sejati. Tundukkanlah ego kita, belajarlah dari mereka, belajar dari bagaimana mereka bersikap dan berusaha sebaik-baiknya untuk mencapai suatu tujuan.

Mari, Belajarlah dari Orang China.

*Cerita ini hanya bersifat opini, jika ngerasa tidak pas ya monggo. toh masing-masing orang punya opini masing-masing tentang orang China.

Muara Bungo.
31 Januari 2016
Ditulis ketika sedang duduk sambil mendengar lagu Koil sambil menunggu closing kantor.

2016.. Mari Lebih Baik Lagi..

Bismillah..

Welcom 2016.. Tahun yang menurut paham tioghoa (china) sebagai tahun Monyet, dimana Shio Monyet digambarkan dengan Kecerdasan dan Kelincahan.. Ga salah Om Darwin di era abad 19 bilang kalau Monyet (Kera) adalah nenek moyang kita, cikal bakal kita sebagai manusia utuh sempurna seperti saat ini.. Meskipun sampe saat ini teori itu masih menjadi debat kusir, yang pro Duniawi dan Pro Agami.. Saya sih nggak ambil pusing dengan teori itu, biarlah orang-orang yang berkepentingan yang urus itu..
via om gugle.com
Kembali ke Tahun 2016. Tahun Monyet, dan untuk tahun ini masuk kedalam Element Api. Element yang menggambarkan Semangat dan Antusias yang berkobar, seperti api yang membakar. (Bagi yang masih kurang mudeng (paham) masalah elemen dan shio-shio tersebut silahkan gugling saja, lengkap membahas tentang Hewan dan Element  bumi tersebut)..

Nah, kalo di fusion (gabung) Monyet-Api tentu bisa terbayangkan, tahun ini adalah tahun yang ciamik bagi para pemilik Shio Monyet-Api. Perpaduan antara kecerdasan, kelincahan, semangat juang dan antusias yang berkobar.. Sungguh perfect sebagai awal mula mencapai kesuksesan ditahun ini, sukses karir, pendidikan bahkan cinta..
via om gugle.com
Ok, jika kalian bukan penganut paham yang percaya akan shio maupun rasi bintang abaikan aja.. Toh saya pun sebenarnya tidak percaya akan hal itu, saya tetap hanya percaya Ketuhanan sesuai agama yang saya yakini. Ini lebih kepada konteks ilmu, ilmu rasi bintang ilmu yang dipercaya masyarakat China kuno, yang tidak ada salahnya kita mengetahui ilmu tersebut. Toh Nabi kita Muhammad SAW aja menyuruh kita dalam hadisnya (meski hadist ini tidak shahih/lemah) "Tuntutlah Ilmu Sekalipun ke Negeri China"..

So, mari kita semua awali tahun ini dengan penuh semangat dan antusias tinggi. selalu percaya bahwa tahun ini akan jauh lebih baik lagi dari tahun lalu. Semoga saja tahun 2016, Indonesia pada umumnya bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, kesejahteraan rakyat bisa semakin baik, politik bisa lebih bersih lagi (meski agak sulit), dan pastinya tidak ada konflik tidak terjadi lagi.. Juga khususnya bagi saya, semoga 2016 ini bisa menjadi tahun yang lebih baik, baik dari sisi Agami dan Duniawi..

2016.. Mari lebih baik lagi..

salam -akhsancatur
M. Bungo 23 Januari 2016



Fauzan Salis Putra, Playboy Cap Bantul

Katro.
Kata pertama yang terlintas di otak saya pertama mengenal orang satu ini. Sampai saat ini pun saya masih bingung, bocah katro ini bisa jadi salah satu sahabat saya. Okay, daya ingat saya biasanya bagus, tapi tidak untuk masalah pertanggalan. Saya lupa kapan bisa dekat dengan makhluk satu ini, yang saya tau mulai 2006 masuk kuliah saya sudah sekelas dan tiba-tiba saja sudah satu kosan jaman kuliah tingkat 3 atau semester 5 dan sampai sekarang tetap menjadi bagian dari pergaulan saya dengan beberapa makhluk aneh lainnya yang biasa kita sebut KEPARAT. Namanya sedikit sarcasm memang, tapi apalah arti sebuah nama, nanti saya ceritakan kenapa namanya itu. tidak ada yg aneh tidak ada yang spesial, hanya sebuah nama saja.

Kembali ke topik, sesuai judul kali ini tulisan ini akan bercerita tentang makhluk hidup bernama lahir Fauzan Salis Putra. Saya akan coba seringkas mungkin cerita tentang makhluk satu ini, namun tetap bisa menggambarkan Pareto tentang fisik dan sikap kesehariannya. Karena bukan apa-apa, dia bukanlah Makhluk tuhan paling sexy seperti lagu yang dibawakan Mulan Jameela, jadi pasti males aja kalau mesti cerita panjang lebar tentang makhluk ini.Kalau kata Bos saya, "buat apa, percuma, GA ADA DUITNYAAA"..

Fauzan Salis Putra, kita biasa memanggilnya Ojan, lahir di Bantul 28 April 1988. Entah mengapa selalu mengaku orang Jogja, padahal Bantul-Jogja itu 10 KM, butuh waktu 1,5 jam kalau kita jalan kaki cepat. Secara fisik sekilas memang mirip Vidi Aldiano, namun KW 2 (bukan KW super, terlalu bagus). Warna kulit layaknya orang pedalaman amazon, coklat menuju gelap malam. Tinggi sekitar 165 cm, seperti tertera di kebanyakan SIM laki-laki Indonesia. Bentuk badan sedikit ideal, namun lebih condong ke agak sedikit kekar, namun bukan kekar seperti pria L-men, lebih ke kekar para lelaki yang mengaduk semen untuk membantu memnbangun mesjid di desa-desa. Alis tebal, rambut tebal, bulu kaki tebal, jambang tebal (entah kenapa selalu bangga dengan jambang nya), dan yang paling mencolok sudah pasti BIBIR TEBAL. Pasti sudah mulai sedikit terbayang kan, sudah ga perlu kita membayangkan lebih lanjut. Nanti akan saya sisipkan fotonya, silahkan mau komen apa ataupun mau persiapkan tisu atau plastik mulai sekarang juga boleh.

Celana CUTBRAY, iya CUTBRAY, potongan menyempit pada lutut kemudian melebar bagai rok ketika sampai mata kaki. Dikombinasikan dengan baju polo shirt berwarna kontras dan rambut cat merah,  Setelan itulah yang dia banggakan ketika kuliah dulu, celana CUTBRAY itulah yang selalu dikibaskan ketika berjalan. Karena dia bilang di Jogja (baca = BANTUL) model yang paling banyak dipakai disana adalah model itu. Setidaknya model ini dia pertahankan selama 2 tahun, sebelumnya dia bertobat ketika mulai pindah satu kos dengan saya. Hati nuraninya terketuk, akhirnya dia memutuskan untuk hijrah ke celana model basic sedikit ketat yang ketika itu memang sudah menjadi celana model standar yang dipakai anak kuliahan di bandung. Saya berterima kasih kepada Faisal (panggil saja ichal, one of KEPARAT, nanti akan ada post khusus ttg dia) karena dialah yang berhasil membuka mata Ojan untuk hijrah. Sekali lagi terima kasih cal, jasa lo buat hal yang satu ini sungguh luar biasa.

Lugu, Polos, Tulus, Sederhana dan apa adanya. Sangat cocok untuk menggambarkan Ojan. Seperti kebanyakan orang daerah, yang notabene secara perilaku masih santun, kemayu, dan baik budi. Tutur katanya sedikit berantakan, agak semi gagap lebih tepatnya. entah apakah otaknya kalah cepat dengan mulut tebalnya atau apa. Namun dia sangat sulit untuk berkata secara sistematis. Keanehan lainnya adalah vibrasi pada tangannya, jadi jangan pernah meminta dia untuk mem foto sebuah objek, karena hasilnya sama blur nya dengan mukanya.  Sifat dan sikap itu lah yang membuat ojan banyak dipilih sahabat saya yang lain untuk diminta tolong, mulai dari jemput ke travel, anter ke travel sampai nemenin beli makan di warung (ayo ngaku siapa yang sering minta temenin). Ga ad dari kita semua yang bisa marah sama Ojan, sikap nya yang tulus dan lugunya kadang membat kita tiba-tiba aja kangen sama tingkah dia.

28 Mantan. Dua kata yang menggambarkan bahwa seorang Kahlil Gibran pun mungkin akan terlihat biasa saja sebagai masetro romantika. Kalian punya mantan sebanyak itu? saya yakin, 2 digit pun sulit. Awalnya saya juga tidak percaya, tapi itu beanr adanya, dia bisa menceritakan detil ke 28 mantannya tersebut tanpa ada miss sedikitpun. Memang saya tidak ingat banyak hanya beberapa yang saya ingat. Nurul 2006 teman sekelas, Annisa Fitri 2007 junior, Rini 2008 junior, itu baru yang anak kampus belum yang lainya. 4,5 tahun kuliah mungkin total bisa 8-10 nama yang tertera pada CV nya, percaya ga percaya tp itulah kenyataanya. Meski 3 nama itu klo saya tanya sampe skrg mereka akan tegas menjawab, "Ojan?? plis ga usah dibahas". Ironi memang, ya namanya juga hidup. Putus 28 kali, sedih?? jangan bertanya sedih sama dia. Ojanlah lelaki yang saya salute mengenai yang namanya putus cinta, bagi dia putus hanyalah sebuah kegagalan yang tertunda. Tak ada sedikitpun kesedihan atau kegalauan terpancar di mukanya (saya harus berguru dengan dia untuk hal ini). Tapi lupakan ke 28 wanita itu,  karena tepat sebulan lalu 30 Maret 2014 ojan sudah resmi beristri "NIA" wanita asli wonosobo, pacarnya ke 29 yang akhirnya menjadi tempat pemberhentiannya. I Salute You bro, tanpa lelah mencari cinta sejati dan akhirnya terhenti diangka 29. Karena itulah kenapa saya menulis ttg ojan pertama diantara teman-teman KEPARAT saya lainnya, karena ojan lah yang menikah pertama diantara kita. PLAYBOY CAP BANTUL yang luar biasa..

Kita para KEPARAT, rela untuk nyetir Jakarta-Jogja 16 jam untuk menghadiri nikahnya sebulan lau. Diperjalanan pun kita heran, entah ada magnet apa pada bocah satu ini sehingga kita bisa bela2in nyetir Jakarta Jogja 16 jam. Di Jogja cuma numpang tidur 6 jam, besok pagi2 sudah nyetir lagi ke Wonosobo untuk datang pagi untuk Akad nya. Sayang kita telat 15 menit, jadinya ga bisa liat mulut gagap nya ucapin Ijab Qabul, sangat disayangkan memang (ini anak2 mesti tanggung jawab, pada tidur mulu sih kgk mandi-mandi). Total kita hanya 3 jam di acara nikahanya, dan bada Zuhur kita lanngsung kembali ke Jakarta via Bandung terlebih dahulu untuk mengunjungi salah satu Member KEPARAT yang berhalangan hadir. Sebut saja namanya Reza, nanti kan dibahas di post terpisah.

Ya kurang lebih itu cerita saya mengenai salah satu sahabat saya, Ojan. Terlalu singkat memang tapi mau bagaimana, semua ada batasannya. Capek juga saya nulis kalau semuanya diceritain, tapi saya rasa berapa kalimat diatas cukup menggambarkan saya tentang FAUZAN SALIS PUTRA, cah bantul yang sekarang sudah menetap di Jogja bersama keluarga kecilnya. Yang InysaAllah dalam waktu kurang dari setahun nanti akan menjadi bapak, info terkahir NIA istrinya positif hamil. Saya cukup lega, karena kemarin 27 Maret ketika Ojan ke kos saya utk menumpang nginap dia entah sengaja atau tidak meninggalkan cincin kawainnya di kamar mandi saya. Pastinya, sampai cincin itu belum balik Ojan ga bakal dapet yang namanya jatah malam. Untung aja udah isi bininya. Jannn Jannn..

Terakhir. Semoga Ojan bisa menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warohmah dengan keluarga kecilnya, menjadi Suami dan Teman yang baik untuk istrinya dan menjadi Bapak dan Contoh yang baik buat anaknya kelak. Aminnn..

berikut beberapa foto-foto dia, bagi yang penasaran monggo.

Cerita ini saya dedikasikan untuk Fauzan Salis Putra, salah satu sahabat KEPARAT saya.
wassalam -akhsancatur


 *jaman kuliah
*jaman kuliah

 *terhenti di angka 29
*kita entertaint pas ke jakarta kemaren




April 2014, mari kita mulai bercerita lagi

29 April 2014.

Posisi badan tengkurap, wajah menatap laptop 13 inch pinjaman kantor, jemari asik mengetik dengan formasi 1-1 alias telunjuk kiri plus telunjuk kanan, telinga mendengarkan lagu trance hasil copy dari salah satu teman dikantor. Pasti sudah terbayang kan bagaimana posisinya.

Entah apa yang terlintas di kepala saya kemarin, tiba-tiba saja teringat bahwa saya ini sebenarnya punya blog, dan tiba2 ingin sekali rasanya kembali bercerita apapun yang bisa saya ceritakan di dalam blog ini. Last posting terlihat Agustus 2012, kalo dihitung mundur berarti sudah hampir 2 tahun blog ini saya biarkan menyendiri tanpa empunya. Lucunya lagi pas dilihat cerita-cerita sebelumnya ternyata banyak cerita ga penting dan ga mutu, entah kenapa saya bisa menulis cerita itu hahaha.. Oke lupakan rasa malu saya akan tulisan dari cerita-cerita saya yang lalu, dan saya yakin mulai detik ini hasil tulisannya pun ga jauh beda dengan yang lalu hahaha..

Ketika saya sedang mengetik tulisan ini, sebenarnya saya sembari berpikir, kira-kira apa saja yang bakal saya ceritain lagi di blog ini. Ya apapunlah itu pokoknya sesuai tagline blog ini, "apapun bisa diceritakan", bahasa apatis nya, Blog Blog saya, tangan tangan saya, mulut-mulut saya, suka-suka saya dong mau nulis apa dan mau cerita apa hahaha... 

So, give me a time to write something new soon.. saya harap bisa terus bercerita dalam blog ini, kasian dibuat ga diurus hehe.. wassalam -akhsancatur

Powered by Blogger.

Total Pageviews

visitor

Followers