2 Months in Pare - Unforgettable Moment


Assalamuaialkum wr.wb

bertemu lagi dengan saya, akhsan catur. sekarang masih tentang cerita di Pare, kalau 3 post sebelumnya ttg Kp Inggris secara umum, kali ini cerita tentang hidup singkat saya dipare, tentang 2 bulan saya di Kampung Inggris - Pare. 2 bulan mungkin terbilang singkat, namun begitu indah dan berkesan. tidak hanya soal english, tp soal pelajaran lain yg lebih berharga dr sekedar english.

cerita bermula di bulan oktober, setelah memilih resign dari kantor saya bekerja dan memilih untuk belajar bahasa inggris di pare, yg terkenal dng sebutan kampung inggris. saya harap kampung inggris bisa membantu saya memperbaiki english saya yg kurang bagus. kenapa harus pare?? ya karena saat saya searching2 di internet, pare adalah tempat yang paling pas, karena disana ada sistem asrama menggunakan bahasa inggris. itu yang saya cari, idak perlu bahasa inggris tulis menulis, saya butuh percakapan untuk melatih saya untuk bisa berkomunikasi menggunakan bahasa no 1 di dunia itu.

bulan pertama, bulan yg sulit karena saya idak tahu apa2 tentang pare, kota kecil yg jauh di jawa timur sana. saya harus cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, dan pasi dengan orang2 baru. di pare, semua suku hampir ada, mulai dari aceh sampe papua ada di pare demi untuk belajar bahasa inggris. saya seorang diri menuju pare, tapi ternyata sesampai disana ada beberapa junior saya yg memutuskan untuk les english di pare. lumayan, sambil mencari teman baru saya sudah punya beberapa teman jadi tidak merasa begitu asing di pare.

berbeda dengan teman2 saya yang memilih untuk kos di bulan pertama, saya langsung memilih untuk tinggal di camp/asrama. ya karena saya ingin segera mempraktekan percakapan dengan english, saya pikir alangkah bagusnya kalau langsung pilih camp. awalnya ingin masuk alfalfa camp hasil rekomendasi junior saya yg pernah tinggal disana, namun apa daya ternyata alfalfa camp penuh dan saya hrus masuk waiting list. tidak apa, saya akhirnya mencari kembali dan mendapatkan camp rekomendasi hasil bertanya dengan orang2 sekitar. akhirnya saya memilih untuk tinggal di Camp Zeal, camp milih Mr. Farhan pemilik Webster salah satu tempat kursus yang cukup bagus di Pare.

Akhirnya saya dapat di Zeal 2, bangunanya pun bagus. 1 bulan lamanya saya camp ditempat ini sambil menunggu waiting list alfalfa. banyak cerita yang saya dapt di zeal 2 ini, mulai dari tutor edan sampe teman2 camp yang rata2 masih teenager yang sangat unik. maklum saya merasakan teenager sudah 4 tahunan lalu. banyak cerita seru di camp ini apalagi kelakuaan para teenager nya, mulai dari curhat masalah cinlok sama camp lain maupun bercandaan alan anak lulusan SMA. Program di camp ini sebenarnya sangat seruu, apalagi tutornya yang edan "Mr El" namanya. tapi program sehabis subuh sedikit mengesalkan, maklum disana subuh jam 4, jadi tiap hari bangun jam 4, shalat jamaah, lanjut progam pagi, memorizing vocab dan idioms. nah yang paling seru adalah jadwal Futsal nya hehe, seminggu 1-2 x kita semua main futsal. ini baru namanya camp hehehe.. 1 hal lagi yang membuat zeal 2 begitu nikamtnya, selain bangunanya bagus di sebelahnya ada warung nasi khsa sumatera. maklum di pare ga ada warung nasi padang. so klo mau makan nasi padang harus ke naik sepeda sedikit menuju alun2 kota. jadi waring nasi sumatera sebelah zeal itu sungguh penyelamat lidah saya yang orang sumatera hehe..

Masuk bulan ke 2, akhirnya pindah ke alfalfa camp. bersama 3 teman kuliah saya akhirnya masuk alfalfa. dan ternyata 1 bulan di alfalfa lebih seruu lagi, lebih banyak cerita. kebetulan saya masuk camp alfalfa yang baru, si pemilik "Mom Indah" yang juga pemilik Daffodils menyewa rumah baru untuk dijadikan camp. benar2 beruntung rumah baru tsb benar2 nyaman, besar dan diisi orang2 yang asik2 juga. belum lagi fasilitas internet wifi dan tv kabel. nampaknya alfalfa 2 ini jadi camp terbagus di kampung Inggris, cukup membayar 220 ribu saja perbulanya.

1 bulan di alfalfa terasa singkat, namun kegiatan dak kebersamaan terasa sungguh istimewa. setiap wiken selalu saja ada acara. tak kalah dengan yang di zeal, isinya pun orang2 seru dan lebih beraneka ragam. kalau di zeal kebanyakan teenager,di alfalfa lebih unik. dari teenager sampai bapak2 umur 40an ada disini. tapi tetap mayoritas diisi teenager. asiknya di alfalfa ini adalah tidak ada program habsi subuh, jd tidak tidak perlu bangun jam 4 trus program. ckup bangun subuh, shalat dan tidur lagi hahaha.. program yang asik itu saat malam, di ajar tutor yang lebih edan dibandiung di zeal, tutor yang lebih muda dari saya tapi tampang jauh lebih tua. tapi kehebatan spekaing dan leluconnya itu saya acungin jempol. belum lagi progra, one man show atau public speakin tiap rabu malam.. that's the real show dude.. kita perform di depan 50-70 orang, with englis pastinyaa.. dan itu sungguh sungguh deg deg syurrrr...

selama 2 bulan di Pare, saya benar2 mengoptimalkan waktu. tidak hanya fokus belajar english, tapi juga jalan-jalan aka vacationnnn.. kapan lagi saya bisa punya waktu lama di daerah jawa timur ini, satu persatu tempat saya kunjungi.. sampe2 kredit uang ke abang saya demi bisa jalan2 wkwk.. Bali, Bromo, Malang, Pulau sempu dan beberapa tempat lainya di sekitar jawa timur saya kunjungi. bayangkan cukup 290 ribu untuk paket tour ke bali 4hari 3 malam berangkat dari pare... kapan lagi coba ke bali nginep 2 malam di sana cukup keluar kocek 290 ribuuu.. ya mesti tahan capek naik bis ke bali wkwkw.. tapi itu semua benar2 pengalaman yang luar biasa, 2 bulan yang benar2 unforgettable.


terima kasih pare, trima kasih zeal, terima kasih alfalfa, terima kasih elfast, terma kasih mr bob, terima kasih kresna, terima kasih teman2 zeal, terima kasih teman2 alfalfa, terima kasih teman2 daffodils, terima kasih teman2 elfast dan terima kasih teman2 dan pengajar yang lainya.. sampai jumpa di lain waktu.. wassalam -akhsancatur

Pulau Sempu - Kab Malang

Pantai di Pulau Sempu

Assalamualaikum.
Lama ga nulis cerita jalan-jalan, sekarang saaatnya nulis cerita tsb. kebetulan saya sedang di Pare - Kediri untuk belajar bahasa inggris. Nah disela-sela les english, biasanya tiap wiken saya pergi jalan2 untuk eskplore daerah kediri dan sekitarnya. Bulan kemarin, saya dan keluarga baru saya di Pare pergi ke sebuah pulau kecil, pulau tidak berpenghuni. pulau yang menjadi favorit para pertualang di kabupaten malang dan sekitarnya yah, Pulan Sempu namanya. cukup bayar 100.000-120.000 untuk biaya ke sempu dengan mencharter elf (15 org) dan sudah termasuk untuk pembelian perlengkapan makanan.

Pulau Sempu, berada di kabupaten malang daerah selatan tepatnya. butuh 5-6 jam perjalanan menggunakan mobil dari Pare, ditambah 15-20 menit dari dermaga untuk sampai ke pulau sempu ini menggunakan perahu nelayan. Pulau ini tidak lah layaknya pulau lain yang terdapat lautan dan pantai terbentang, berikut sekilas tentang pulau sempu :
- Pulau ini tidak ada listrik, tidak ada penerangan. so sampi disana cari kayu bakar untuk penerangan malam. (wajib bawa spirtus dan korek api juga senter)
- Pulau ini tidak ada penghuni atau pun masyarakat yang tinggal. hanya monyet2 kecil yg tinggal disini. jng lupa bawa perlengkapan tidur kalian, sleeping bag maupun tenda.
- tidak ada penghuni sudah pasti di pulau ini tidak ada WC ataupun air bersih. akibatnya tidak mungkin mandi disini (hanya main air laut) dan kalau mau pup/BAB hrus agak keatas untuk cari semak diantera pepohonan. yah BAB gali lobang dan ditutup sarung dan bawa air mineral serat tisu basah buat cebok.
- sudah tentu tidak ada penjaja makanan di pulau ini. jadi siapkan semua perlengkapan makanan kalian, mie adalah pilihan pling bagus mudah dan cpt untuk masaknya. yg terpepnting siapkan air mineral secukupnya, 3 botol 1,5 liter per orang untuk menginap 1 malam.

Seperti uraian diatas, pulau ini cocok untu para jiwa petualang para pecinta alam. dari awal turun dr kapan nelayan saja, kita butuh waktu 2 jam berjalan kaki (trecking) melewati hutan untuk sampai ke pantai tempat kita bermalam. hati2 kalau musim hujan tiba, karena sangat licin tracking di hutan saat hujan. yah 2 jam trcaking cukup menguras tenaga, ditambah kita membawa tas berisi makanan serta pakain kita untuk bermalam. tapi itulah seninya, sampi di tepi pantai kalian akan menikmati indahnya alam pulau sempu, masih orisinil. oke lansung saja silahkan lihat foto2 saat saya dan keluarga baru saya pergi kesana bulan lalu.

Perahu Nelayan, sampai di Pulau Sempu

Foto dulu turun dari perahu

Tracking 2 Jam

Istirahat (2 jam capek juga klo jalan terus)

Pantai Pulau Sempu siang hari

Air Pantai surut di pagi hari

Foto Session diatas bukit (karang besar)

Foto sendiri adlh hal wajib :p

Yang lain bawa tenda, kita hanya pake terpal hahaha

Memasak dengan kayu bakar, yah Mie dong pastiya (ini cerita ind**ie ku hahah)

Tampak dari atas bukit yg tertinggi

Pantai Sempu dari atas bukit/karang

Siap Pulang, tak lupa foto bareng dulu

Istirahat Tracking Pulang

Sekian cerita perjalanan ke Pulau sempu, msh banyak tempat ser lain yang saya datangi ketika saya di Pare mulai dari Bali, Bromo, tempat mancing murah dan seru, dll. nantikan cerita lainya. wassalam -akhsancatur

Selamat Ulang Tahun, Ma !!!


Akhir november lalu, tepatnya 29 November 2011 ibu saya berulang tahun ke 54. mungkin kata ibu agak asing bagi saya, ya karena dari saya lahir sampe sekarang saya selalu memanggil ibu saya dengan sebutan "mama" bukan "ibu". Yah "mama" seorang wanita hebat menurut saya, sangat teramat hebat malah. saya yakin, kalian pun akan menyebut itu semua kepada ibu anda.

Ibu saya, Tina Juri namanya, wanita kelahiran Pariaman 29 November 1957. Nama Juri berasal dar nama kakek saya H. Juri yg seumur2 saya belum pernah melihatnya. ya karena kake saya meninggal ketika saya umur 2 tahun, dan saya lahir di jakarta. wajar kalau saya belum pernah lihat kakek saya. Ibu saya hanya lulusan sekolah agama (setingkat SMA) di daerah asalnya.

Ibu saya hanya ibu rumah tangga, sederhana, tidak neko2. Jangankan mengoperasikan komputer, ibu saya pun tidak tahu cara mengirim SMS dan cari kontak di HP, ya ibu saya hanya bisa tekan tombol short cut untuk menghubungi nomor2 keluarga. ibu saya pun tidak pernah ke mol untuk belanja2 ataupun sekedar nonton bioskop layaknya ibu2 jaman kini, ibu saya hanya sesekali ke mol arion, mol kecil di jakarta timur hanya untuk menemani adik saya beli sepatu. ibu saya pun tak tahu masak mkanan jaman sekarang yg sedang tren, spageti lasagna dkk.

Terlepas dari itu semua, banyak hal super dari ibu saya. Ibu saya ahli masak, tentu bukan masakan eropa, ya karena ibu saya orang minang tentu dia ahli masakan minang. Ibu saya mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian, karena terakhir saya punya PRT adalah ketika saya kelas 2 SD. ya mungkin saya anak yang bandel karena jarang membantu pekerjaan rumah, tapi ibu saya tetap ikhlas mengerjakan itu semua, meski sesekali memarahi saya juga kakak dan adik saya. Saat saya minta uang, ibu saya selalu memberi padahal dia tidak bekerja, ibu saya hanya menyisihkan beberapa dari uang belanja harian.

semakin saya tumbuh dewasa, semakin sayang saya dengan ibu saya. denagn umurnya yang sudah lebih sari setangah abad, dengan kesehatanya yang terus menurun, dan dengan segala keterbatasan lainya ibu saya masih mempedulikan saya. ketika saya plg ke Jakarta (saat kuliah di Bandung) ibu saya selalu memasakkan makanan kesukaan saya, mulai dari sayur labu sampe orak arik ati + kentang. ketika saya sudah kembali ke Jakarta dan bekerja, ibu saya pun tak lupa untuk membuatkan jus wortel (semenjak beberapa saraf mata kiri saya rusak saya dianjurkan sering minum jus wortel) , saat saya pulang kantor jus wortel sudah tersedia di kulkas. Saat dr saya kuliah smpe skrg, ketika saya di rumah saya selalu melihat ibu saya shalat tahajud ketika saya terbangun dini hari, berdoa sambil meneteskan air mata setelaj shalat tahajud. saat saya kuliah pun kadang dia suka menelpon untuk tanya keuangan, apakah uang jajan bulanan saya yg sebesar 800 ribu cukup untuk biaya sebulan. meski kadang tak cukup, saya pun enggan untuk bilang ga ada uang. saya selalu bilang, "tenang ma masih ada kok uang, gampang ada kok uang mah". dan alhamdulillah ketika saya sudah bekerja, saya bisa sisihkan sekian persen gaji saya kepada ibu saya, ya mungkin tidak banyak karena gaji saya dulu tidak begitu besar. Namun sekarang saya sedang tidak bekerja, dan keinginan terbesar saya adalah, segera mendapatkan pekerjaan sepulan dari pare. saya pun berjanji akan terus menyisihkan gaji saya kelak.

ya begitulah ibu saya, ibu yang sederhana tapi begitu istimewa menurut saya. cita2 dan mimpi terbesarnya tidak neko2, dia hanya mau segera pergi haji. dan punya rumah kecil di daerah tidak terlalu kota yang fresh untu hari tuanya. Dan pasti ibu saya ingin sekali melihat anak-anaknya sukses termasuk saya, salah 1 anak kebanggannya karena memang prestasi saya lumayan dibanding kakak dan adik saya.

meski sampe sekarang jarang sekali saya curhat bahkan memeluk ibu saya dan bilang "i love you mam", tapi tetap tak berkurang 0,1 % pun rasa sayang saya. Sekarang memang saya belum bisa mewujudkan impiannya, dan saya yakin secepatnya saya akan segera mewujudkan mimpi ibu saya. dan Ibu saya lah motivasi terbesar saya untuk menjalanni hidup ini. Dan saya pun berjajnji kepada diri saya, saya akan mewujudkan mimpi ibu saya. InsyaAllah ma :).

Ya seperti itulah ibu saya, seorang ibu yang sangat sayang sekali dengan anaknya yang bandel ini. masih banyak yang mau saya tulis, tapi 1 buku pun tak cukup untu mendeskripsikan betapa sayangnya saya terhadap ibu saya.
akhir kata : SELAMAT ULANG TAHUN MA, SEHAT TERUS.. aminnn
-pare, 2 Des 2011-

Foto ini menjadi wallpaper hp saya
sdh hampir 2 tahun dan tidak pernah diganti


Selamat Ulang Tahun Ma, 54 tahun. Love You..


Kampung Inggris, Pare – Kediri (part 3 : jenis program & tempat les)

Assalamualaikum.

nah kemaen sudah cerita ttg perjalanan ke Pare dan deskripsi umum ttg pare. sekarang waktunya untuk cerita ttg apa aja sih program bahas inggris di Pare ini, dan tempat les mana sih yang bagus. soalnya di pare ada 100 lebih tempat kursusan, mulai dari yang punya SK sampe yang ga ada. Soalnya buat orang yg belum pernah ke Pare pasti bingung mau ambil les dimana, mau ambil program apa dan pemikiran2 lainya.. sama seperti saya dlu, mau ke pare tp bingung mau ambil les apa aja hehe.. nah mumpung saya sudah lebih dari 1 bulan disini, dan sudah tanya2 oleh para senior disini saya akan memberikan program dan tempat kursusan yang terbaik di bidangnya. karena bagaimanapun tempat les dan siapa yang mengajar sangat berpengaruh terhadap kesuksesan anda di pare ini.

Grammar, Speaking, Pronunciation, Writing, Translation, Toefl, IELTS etc. itulah jenis2 program yang ada di kampung inggris Pare ini. hampir semua tempat les menawarkan itu semua, tapiiii tentu ada beberapa tempat tersohor di masing2 bidang. karena mereka punya staaf pengajar yang bagus, metode pengajaran yang bagus, dan tentu pengalaman. tapi sebelum kesini harus diingat, maksud dan tujuan harus jelas. apalagi kalain yang ga punya waktu banyak atau sekitar 1-2 bulan agak sulit melahap abis semuanya. Kalian harus fokus dan pandai berstrategi dan membagi waktu. mau jago di bidang pengucapan atau penulisan. kenyataannya adalah, yang jago speaking biasanya ga jago grammar (yg casciscus fluently rata2 toeflnya ga gede2 banget, paling 500an awal) dan yang jago grammar/structure (hebat nulis) sudah dipastikan biasanya sulit untuk ngomong english lancar (soalnya pas speaking pasti mikir grammarnya apa). So, pilih fokus kalan masing2 klo punya waktu sebentar, klo punya waktu 4-6 bulan nah ini gpp, agak santai jd bisa perlahan ambil grammar dan speaking.

oke mari kita masuk ke jenis program yg umum di sini dan tempat les mana aja yg handal di bidangnya :

1. Grammar
Yah Grammar, atau biasa dikenal struktur bahasa inggris. mulai dari Words, Phrase, Clause dan Sentences. klo di bahasa indonesia kita kenal dengan SPOK. itulah grammar, sedikit membosankan tapi sangat penting. anda mau ahli menulis dlm english, wajib kudu fardu ain ambil kelas grammar.
tempat les handal : Elfast, Kresna dan Smart
kalian tinggal sebut 3 tempat les ini, hampir semua orang di Pare tau. merekalah jagonya dibidang grammar, pengajar2nya seakan2 tau seluk beluk bhs inggris. mereka bisa menjawab semua pertanyaan anda ttg Grammar. klo di compare semua sama bagus, tp tetap punya keunggulan dan kelemahan masing2. Elfast sedikit lebih mahal, kresna dan smart sedikit lebih murah. gedung elfast yang baru nyaman untuk les, karena layaknya tempat les di jakarta, tp tanpa ac. program paketan (bundel) di elfast dan kresna selalu penuh tiap bulan, fast one & fast two di elfast dan paket planet di kresna. untuk harga sudah jelas terjangkau, mulai dari 50 ribu sampai 300an ribu per program. alternatif tempat les : GE (global english), Oxford.

Elfast gedung baru (dlmnya bagus loh)

ruang kelas elfast baru

2. Speaking
mau casciscus English, of course inilah salah satu alasan kalian kemari. yah speaking, rata2 semua kursusan dan camp menyediakan program speaking. tp tetap, beda pengajar dan beda metode beda pula hasil akhirnya.
tempat les : Daffodils, Marvelous, Elfast
Daffodils dan Marvelous, dewa speaking di Pare. hampir semua yang ke pare untk belajar speaking pasti memilih untuk les di mereka. sama2 punya kelebihan dan kekurangan. Daffodils diisi pengajar handal (Mom Indah, Miss Septin, Miss Austin, Miss Dina, Mr Pepsi, Mr Koko) semua pengajar tidak hanya faseh tapi punya kelebihan di metode, karena dapat memotivasi kita untuk lebih baik lagi terutama Mom Indah salah satu pemilik daffodils juga alfalfa camp (cerita di next post). Marvelous, hebat di american aksen, owner nya pernah 5 th di Amrik (Mr Tan). members Marvelous punya kelebihan di Pronunciation. Untuk elfast, memang spesialis grammar tp mereka membuka kelas speaking juga belum lama ini dan pengajar serta metodenya juga tdk kalah bagus, apalagi kls confident (Mr ABdul) serta dynamic speaking (Mr Fian), Kls dynamic speaking tiap sabtu ada native speaker (Australy klo tdk salah).
alternatif : Mr. Bob (bagus untk membangun pede kalian, bekas pengajar daffodils juga), Webster (untuk awal2, yg benar tdk bisa sama sekali).

Daffodils, selalu full kls speakingnya.

Mr Bob, cocok utk ningkatin pede

3. Pronunciation
inilah yg agak sulit untuk para speaker dr indonesia, pronun aka aksen aka logat. wajar, english bukan bahasa ibu kita, so lidah kita pasti agak susah untuk pengucapan biar mirip dengan native. tapi jangan khawatir, di pare aksen local anda bisa berubah asal anda serius untuk ambil kls ini. tidak mudah untuk kls ini, karena lidah anda berasa diputar2.
tempat les handal : Marvelous, Fabulous dan Emminence.
yah seperti saya bilang td, Marvelous adalah spesial aksen america, Mr tan pernah 5 th di amrik. jd klo pas di pare anda dengar orang2 yang ngomongnya agak sedikit di gaya2in layaknya bule hampir dipastikan dia anak Marvelous, Fabulous ataupun Emminence. pemilik Emminence (Mr Dino) dan pengajar Fabulous (Mr Kapten) adalah murid Mr Tan, So ya sami mawon. mereka ber3 klo udah speak, beda tipis sama bule.

4. TOEFL / IELTS, Writing/Translation
bicara TOEFL/Writing/Translation kembali lagi ke master grammar manalagi klo ga Elfast, Smart dan Kresna. mereka menawarkan program preparation toefl yang benar2 membuat anda menguasai trik and trips toefl. untuk IELTS hanya sedikit tempat yg menyediakan, dan Elfast salah satunya. ada baiknya untuk mengambil 2 program ini anda sudah mempunyai bekal dalam Grammar, sehingga bisa ngikutin. ada 1 nama lagi, pre-TOEFL hanya 2 minggu, di Logico. Logico adlh adiknya Elfast, karena yg punya Elfast dan Logico sama, Mr Andre. bedanya Logico di desain untuk program 2 mingguan sedangkan Elfast 1 bulanan.

5. Vocab
Vocab.. untuk speaking jelas kita butuh vocab memadai. khusus untuk kalian yg benar2 buta English, kalian wajib ambil kelas ini di bulan pertama. tapi untuk kalian yang sudah mengerti sedikit, tidak perlu masuk kls ini. cukup masuk camp yang menyediakan idiom dan expression tiap harinya.
tempat les : Webster, Peace.

6. Camp/Dormitory
mau tinggal di camp atau kos itu terserah anda. tapi klo emang mau cepat mahir, masuklah camp. karena rata2 camp menawarkan program tambahan di subuh dan malam hari, serta english area. Tapi tidak semua camp English Area, hanya beberapa yang benar2 disiplin seperti Zeal, Alfalfa, Cherry (sebenarnya msh ada lg tp sya kurang tahu hehe, soalnya cuma pernah ngerasain Zeal dan Alfalfa). untuk anda yang mau pengalaman seru di camp, pilih Alfalfa (milik mam indah, pemilik daffodils juga). ya karena tiap rabu alfalfa ad program public speaking, anda one man show di dpn 50-70 orang, sunnguh excited dan nervous pastinya hehe. alfalfa pun plus tv kabel dan free wifi, benar2 mantap two thums up hehe. Zeal sedikit lebih mahal tapi dapat 4-5 program gratis (camp lain rata2 2). Zeal dan Alfalfa sama2 ketat, full english area 24 jam 7 hari, sengaja pakai bahasa indonesia akan dapat punishment, 3x akan disuruh keluar hehe.. hati2 lah nanti, tapi asal tdk ketahuan tutor sih aman.

Zeal Boys Camp 2. bangunanya bagus

Sebenarnya msh ada beberapa program lainya tapi ya hanya sekedar tambahan saja. pertanyaannya, kok nama tetua seperti BEC dan Mahesa kok tidak masuk?? BEC didesain untuk 6 bulan, dan untuk org2 yg benar BUTA sama sekali english atau 0 besar, jadi buat kalian yang ga punya waktu 6 bulan otomatis ga mungkin ke BEC. lagian BEC itu memakai seragam layaknya SMA. untuk Mahesa saya krg tau, tapi yg saya tau Mahesa itu bnyk mengeluarkan murid2 handal. setau saya pemilik Kresna Smart Elfast dan Daffodils adalah jebolan Mahesa sekitar 2001-2002. buat kalian yg benar2 ingin ke Pare, mari segera dibikin goalnya. mau berapa bulan, dan mau fokus dimana.

Saya akan kasih beberapa tips bagi kalian yang hanya punya waktu sebentar 2-3 bulan :
1. atur schedule untuk 2-3 bulan anda, jng sampai waktu anda terbuang karena terlalu sedikit program, atau stress karena kebanyakan program.
2. buat anda yg tidak terlalu disiplin, bulan pertama hindari masuk camp. karena program camp rata2 subuh dan habis isya. jadi ga ada waktu main
3. buat yang punya kegigihan keras, bisa ambil program paket grammar di Elfast atau Kresna. tapi mabok / puyeng grammar tidak ditanggung. karena 1 hari kalian akan 4-5x bertemu grammar. (saya jebolan fast 1 Elfast, alhasil puyeng grammar :p).
4. kalau ambil paket hindari ambil camp yang ada subuh, bisa2 anda tidak ada istirahat. percuma, otak anda tidak bisa menyerap akhirnya. terlalu full program seharinya. (saya bangety, haha.. alhasil banyak bolos kelas pagi)
5. kalau anda mau ahli speaking, hindari terlalu bnyk program grammar. program grammar akan merusak speaking anda, krn terlalu pusing apakah saat speaking grammar anda benar atau salah.
6. bulan pertama ambil yg simple2 dulu, seperti vocab, pronun dan speaking first daffodils serta speak up mr bob.
7. bulan ke 2 anda bisa masuk ke grammar, lalu tingkat lanjut speaking. bisa ditambah masuk camp, krn program camp bnyk di speaking.
8. bulan ke 3 anda bisa masuk public speaking di daffodils (very recommended, tp pake test awal) atau mau coba2 pre-toefl.
9. intinya, desain program amda sebaik mungkin seperti poin 1.

oke kurang lebih seperti itu, part 3 ini merupakan penutup tentang gambaran kampung inggris pare, untuk tanya2 anda bisa kirim ke email saya akhsan.catur@gmail.com atau ke facebook saya (search : akhsan catur). sebisa mungkin akan saya bantu pertanyaan2 anda. wassalam. -akhsancatur

Kampung Inggris, Pare – Kediri (part 2 : about english village)

Yak melanjut postingan sebelumnya, sekarang saya mau lanjut cerita tentang bagaimana sih penampakan Pare a.k.a Kampung Inggris itu. Mungkin saya tidak cerita secara detil ttg geografis ataupun segala hal menyangkut kebumian. Saya akan cerita dikit yang saya liat dan saya rasakan setelah bebeapa hari disini. Check this out !

Welcome to Pare a.k.a Kampung Inggris

Dulu diawali dengan cerita bodor si kakek tukang becak saat pertama kali menginjak kampung Inggris, sekarang saya sudah berada di Pare sekitar 1 bulan. Lumayan banyak tempat sudah saya kunjungi di Pare ini, mulai dari tempat wisata, tempat makan enak (seukuran Pare) dan lain2. Seperti desa kebanyakan, disini begitu tenang, nyaman dan damai, ga ada macet, ga ada polusi, meski lumayan panas (sangat panas lebih tepatnya). Yang jelas, lebih sehat secara fisik dan psikis jika dibanding tinggal di Jakarta yg penuh polusi macet dan panas.

Kesan pertama tentang Kampung Inggris ini adalah “PARE IS VERY HOT” ya mungkin lebih panas dari Jakarta. Saya bersepeda jam 8 pagi dan itu sinar matahari sudah menyengat seperti jam 10-11 siang di Jakarta. Kesan Kedua “PARE a.k.a kampung inggris ini ga kampung2 banget kok”, mungkin akibat dr kata “kampung” inggris saya pikir bakal seperti desadi pelosok2. PARE khususnya tulungrejo tmpat dimana kampong inggris itu sdh cukup bagus kok, jalan aspal halus, bnyak toko, penjual makanan, warung, dll. Cukup ramai, mungkin karena memang tiap bulan selau datang ratusan sampai ribuan orang yang ingin belajar bahasa inggris di sini, di Kampung Inggris. Kesan Ketiga, Ternyata oh ternyata, pendeskripsian tentang Kp Inggris agak sedikit lebay yg saya dapat di Internet yang katanya kampung ini rata2 orangnya pake bahasa inggris sampai ke penjual makanan keliling. Ternyata hanya segelintir kecil saja yg pakai bahas inggris di jalan, bahasa inggris hanya dipakai di tempat les dan di Camp/Asrama. Di luar itu bahasa yang dipakai ya bahasa Indonesia, mulai dari Jawa, Sunda, Makassar/Sulawesi, Batak, Kalimantan, Minang dll. Karena pendatang disini beraneka ragam, hampir dari semua pelosok Indonesia hanya demi 1 tujuan, Belajar Bahasa Inggris. Diantara daerah2 tersebut, mungkin Sulawesi yg lumayan banyak mengirim kontingen tiap bulannya, bukan apa2 soalnya disini sampai ada 2 kosan khusus yg menampung para kontingen dari Sulawesi. Selain itu hampir tiap makan di warung manapun selain bahasa Jawa, bahasa Makasar/Sulawesi acap kali terdengar. Kesan Keempat, So Many sepeda disini. jadi bukan mobil bukan motor tapi sepeda. sepeda diparkir dimana-mana, sepeda selalu ada di setiap jalan di pare.. dan sepeda inilah kendaraan kalian selama hidup di Pare untuk berpindah dr 1 tempat les ke tempat lain dan juga ke kos anda pastinya..

Sedikit tentang Kampung Inggris yg sejauh ini saya tahu (setelah 1 bulan disini) :

Geografis

Kampung Inggris sendiri terletak di Kecamatan Pare – Kediri. Ada 2 desa yang menjadi pusat perkampungan Inggris disini, desa Pelem dan Tulungrejo. Sebagian besar terpusat di Tulungrejo, karena hanya sebagian kecil tempat Kursus yg berada di Pelem. Dari kota Kediri sekitar 25 km untuk sampe di Pare, desa pertama yg dilewati adalah Pelem, baru sampai ke Tulungrejo. Terdapat Puluhan-Ratusan tempat les di Pare ini, dan mayoritas adalah tempat les bahasa inggris. Makanya disebut Kampung Inggris, padahal dulu orang sekitar sini lebih suka menyebutknya Kampung Bahasa, karena banyak tempat les bahasa asing, mulai dari Arab, Jepang, Korea, Mandarin sampai Perancis.

Untuk denah, kampung inggris ini cukup mudah di telusuri dan dihapal jalannya. Hanya ada beberapa jalan utama yg ramai tempat lesnya, dan beberapa jalan kecil (gang). Jalan2 utama/ramai (karena banyak tempat les) antara lain :

1. Jln Brawijaya = ini adalah jalan utama di kampung inggris pare, jalan yang melintas sepanjang desa tulungrejo. Tempat les yg sekitar brawijaya: Marvelous, Mr. Bob, Peace, Global English, Emminence, Elfast (baru), Logico, Mahesa, dll.

2. Jln Anggrek = jalan besar menuju ke kota pare. Kalau anda ingin ke stadion pare, mesjid raya pare, atm BNI BRI Mandiri, Apollo plaza, dll anda akan melewati jalan ini. Tempat les : Webster, Elfast (lama), dll.

3. Jln Ayelir = jalan agak besar melintang, tapi tidak sebesar brawijaya. Disini sangat ramai, karena banyak tempat les, si dedengkot aja ada disini. Tempat les : BEC, Liberty, dll.

4. Jln Dahlia = tidak begitu besar, tapi jalan ini ramai tempat kos dan jalan menuju Kresna dan Dafodils. Dekat dengan brawijaya dan anyelir, bisa dibilang tempat tinggal yg strategis ya di dahlia ini. Mau kemana2 dekat. Tempat les sekitar : Acces, Kresna (masuk kedalam lagi) dll.

Kurang lebih itulah 4 jalan utama di Kampung Inggris, untuk sampai ke tempat2 les bisa dipastikan anda akan sering melewati ke 4 jalan tersebut. Sebenarnya masih banyak lagi jalan lainya yang isinya tempat2 les yang bagus seperti Smart di jl Flamboyan, tap saya kurang hapal nama jalannya. Maklum baru 1 bulan hehehe.. intinya kebanyakan nama jalan2 di mari tuh nama suku2 kebungaan dan kembang2an ; mawar, aster, kenanga, anyelir dkk.

*tugu garuda, patokan masuk kp inggris

Tempat Les

Untuk les bahasa inggris sendiri sungguh sangat banyak sekali (ga lebay loh). Karena sepanjang jalan anda bisa temui tempat les bahasa inggris, mulai dari yang besar sampai yang kecil, mulai dari yang ada izin diknas sampai yang tidak ada, dari yang agak mahal sampai yang murah. Dari info yang saya dapat, berkembang pesatnya tempat les bahasa inggris di Pare ini terjadi sejak 4-5 tahun lalu saat nama kampung inggris mulai terkenal untuk bisa mempermak kemapuan English anda, bahkan dari anda yang sama sekali ga bisa bahasa inggris. Jenis program dan lamanya waktu program pun bermacam2, dari 2 minggu sampai 6 bulan. Tergantung tempat les dan tergantung program yang diambil. Untuk jenis program terdiri dari Grammar, Speaking, Pronunciation, Vocab, Toefl, IELTS, Writing dan Translation. Tiap tempat les punya program unggulan masing2, nama2 besar seperti BEC (cikal bakal, sesepuh), Mahesa, Elfast, Marvelous, Kresna, Smart, dan Daffodils adalah nama2 TENAR disini. Merekalah yang terhebat, dan merekalah yang melahirkan orang2 hebat yang akhirnya ikut membuka tempat les di Kamoung Inggris, sehingga tempat les tiap tahun semakin bertambah. Nanti akan saya bahas secara terpisah tentang tempat les diatas dan program2 kehandalan mereka (sabar yah J ).

*Elfast Baru

*ruang kelas lesehan

Kos / Camp

Untuk tempat tinggal ga usah khawatir, disini hampir tiap rumah menyediakan kos2an kok. Tinggal pilih sesuai selera aja, dari yg murah sampe yg agak mahal. Untuk Kos-kosan Harga bervariasi, mulai dari 75 ribu sampai 750 ribu juga ada. Tapi kebanyakan system kos di Pare itu diitung per kepala, dan biasanya 1 kamar berisi 2-4 orang. Tap ada juga yang harga sewa per kamar, bebas mau diisi berapa orang, makin banyak yang isi ya makin murah. Saran sih mending cari koskosan dekitar jalan dahlia-anyelir saja, lebih mudah mau kemana2nya. Sedangkan untuk Camp/Asrama harga juga bermacam2 namun sedikit lebih mahal dibanding kos, karena tidak dihitung perkamar melainkan per kepala. Biasanya 1 kamar berisi 3-4 orang. Harga per orang biasanya sekitar 150an – 300 an. Yang bikin beda antara camp dan kos2an adalah adanya program wajib yang diberikan serta English area selama di dalam camp. Program wajib camp biasanya sehabis subuh dan sehabis magrib, subuh biasanya menghapal vocab dan abis magrib biasanya diskusi dan speaking. Banyak camp di pare yg menawarkan program2, tapi hasl recomendasi para tutor disini ada 2 nama yang popular, yaitu Zeal (Boys and Girl) dan Alfalfa (Boys and Girls). Untuk Zeal mungkin salah satu camp terbagus di Pare, meski agak mahal (300rb) tapi memberikan 6 program, 2 wajib 4 optional (boleh ikut boleh gak). Bangunannya bagus (apalagi Zeal Girl, bagus dan selalu penuh tiap bulan) serta banyak program lainnya mulai dari outbond sampai trip ke luar kota (Bali, Malang, Bromo). Kalau Alfalfa terkenal dengan program speakingnya, karena camp Alfalfa yang punya adalah Miss Indah, salah satu pemilik dan pengajar di Daffodils. Harga per orang adalah 200rb. Bedanya Alfalfa hanya ada 1 program wajib yaitu malam hari sehabis isya, mulai dari debat diskusi sampe presentasi, program pagi sehabis subuh (idiom+expression bersifat optional). Kebetulan di bulan pertama ini saya Camp di Zeal boys 2, dan untuk bulan depan siap pindah ke Alfalfa (waiting list soalnya hehehe). buat kalian yg mau mahir di speaking, camp alfalfa ini merupakan tempat yg kudu dituju, yg punya alfalfa adalah mam indah, salah satu orang paling famous di Pare.. salah satu pendiri daffodils, dan pembicara di toastmaster international.. klo ga percaya silahkan anda tanya semua pengajar atau tutor di Pare, klo mereka org lama pasti mereka kenal mam indah..

*Zeal Boys 2

Kuliner

Untuk para pecinta kuliner kalian ga usah khawatir, banyak makanan tersedia disini, dan lebih asiknya makanan disini MUMER alias murah meriah. Rata2 untuk sekali makan enak dan kenyang cukup 4000-6000, Sangat murah jika anda makan di kota :p. Tapi karena disini desa yah harap maklum dari ketersediaan jenis makanannya, hanya satandar2 yang ada di Warteg saja. Menu paling umum adalah nasi pecel, karena memang di Pare ini terkenal dengan Nasi Pecel; Nasi dicampur sayuran dan disiram bumbu kacang dengan topping tempe/tahu plus rempeyek dengan harga berkisar 3000-4000 rupiah saja (kenyangg dan murahhh). Kalau anda ingin agak wah, anda bisa bersepeda ke kota pare, disana ada beberapa tempat makanan enak mulai dari Wisata Jamur, Nasi Padang, Hot Plate dll (ya nasi padang cuma ada di kota loh heheh). Dan kalau mau McD ataupun Pizza anda mesti ke kota Kediri, dan perlu naik bis atau elf hampir sekitar 30menit, mauuu???. Untuk jajanan khas disini adalah Pentol/Penthol, untuk org kota pasti ga pernah denger (sama saya juga hahah), yang ternyata adalah Baso. Ya Pentol adalah jajanan berupa Baso, kadang ditusuk kadang dibungkus plastic kecil. Jajanan ini sanagta mudah ditemui, hampir setiap berapa pulih meter pasti ada tukang penthol yang mangkal :D.

Saya ada beberapa rekomendasi tempat makan, kalo menurut saya sih enak. Bisa di icip klo kalian nanti ada yg mau les di Pare.

- Hacienda de Pablo (Bali House) jl Dahlia : ini ‘café’ paling nyaman dan bagus menurut saya di Kampung Inggris. mknan enak tp sedikit mahal di banding warung lain dan ada hotspot. Harga 5000-8000 saja. Cocok untuk nongkrong malam hari.

- Nasi kuning legong di jln Brawijaya : Cuma 3000 perak cuyy, makan nasi kuning enak dan kenyang. Tambah telor 5000 aja. Tempat luas dan nyaman, cocok buat makan pagi atau siang.

- Warung Sumatera di jl Aster (sebelah Zeal 2) : ini Cuma warung kecil, tapi nasi uduknya mankyuss dan jam 11 sudah habis. Murah dan enak, karena si ibu penjual berasa dari Riau jadi cita rasa sumateranya sungguh berasa. 4000-5500 (tergantung lauk). Yummy.

- Ayam Penyet Pak Gendut di jl Brawijaya : menurut saya ini tempat pecel ayam dan lele yang enak di kampung inggris. harga 4000-6000 rupiah saja.

- RM Sanjaya di jl Dahlia : banyak variasi makanan, ayam bakar dan sambelnya enak. Ini gabung dengan kos-kosan juga camp. Berkisar 4000-6000 rupiah.

- Saigone Café di jl Dahlia : sebenernya ini kosan, tapi ada café juga. Menu sih satandar, tapi Tahu Telornya juaraa, maknyusss banget. Yg lebih asik tempat nyaman lesehan. 4000-6000 saja.

- Wisata Jamur di Kota Pare : Naik sepeda 10-15 menit dari kampung inggris. ada di depan Apollo plaza. Semua mkanan dari jamur, soup jamur, oseng jamur, fuyunghai jamur etc. Enak, murah dan sangat recommended. Rata2 dibawah 10 rb utk 1 jenis makanan.

- Sego Bakar di jl veteran : di pertigaan mau masuk ke kampung Inggris, dekat dengan BEC. nasi uduk bakar hasil inovasi si penjual. nasi bakar + ayam bakar + oreg tempe cuma 6000 saja. wajib coba. *ada mie ayam jamur, enak juga.

- Warung Mak Genta (MW) di jl brawijaya : ini rumah makan biasa, tapi pilihan menunya banyak. Porsi juga lumayan banyak. Rasa enak dan harga murah. Cocok untuk makan siang. 4000-6000 saja loh.

- Ayam tulang lunak di jl brawijaya : posisi didepan warng mak genta. Ayam tulan lunaknya enak, harga pun masih bersahabat. Cocok bagi penggemar ayam penyet.

Kurang lebih itu tempat makan yang sejauh ini saya rasa enak di kampung inggris, sebenenarnya masih ada beberapa tempat makan enak lagi tapi saya agak lupa nama dan tempatnya :D. ada juga tempat mancing murah, dan bisa makan hasil pancingan langsung disana. Ada di desa pelem, sebelum masuk ke kampung inggris. klo dari brawijaya butuh sekitar 20-30 menit gowes sepeda. Nanti saya ceritakan lebih lanjut di posting berikut bersamaan dengan cerita ttg 1 bulan saya di kampung inggris.

Cukup sekian tentang deskripsi kampung inggrisnya yah, mudah2an bisa menggambarkan bagaimana kampung inggris itu sendiri. Untuk posting mengenai program dan tempat les yang recommended akan saya tlusi di post selanjutnya, ditunggu saja soalnya saya mesti tanya2 juga dengan para sesepuh disini. Wassalam – akhsancatur.

Kampung Inggris, Pare – Kediri (part 1 : Menuju Pare)

Kampung Inggris, Pare – Kediri (part 1)

Assalamualaikum.. Menyambung postingan sebelumnya tentang niat saya untuk les bahasa inggris di daerah nun jauh di sana, Tulungrejo, Pare - Kediri, Jawa Timur. Kebetulan saya sudah ada di Pare dari Jumat Subuh, mari simak cerita perjalanan saya menuju Pare dan cerita sedikit tentang Pare yg saya tau slama bebrapa hari disini.

Kamis 6 Oktober saya berangkat menuju Kediri dari stasiun Jatinegara, naik kereta Senja Kediri, Jurusan Jakarta – Kediri. Meski tulisannya sampe Kediri tp sebenernya kereta ini berhenti terakhir di Malang. Kereta Bisnis dengan banderol 180.000 rupiah per tiketnya ini bisa kita naiki di stasiun Pasar Senen atau Jatinegara (Cuma berenti di 2 stasiun ini). Tapi klo yang warga bekasi sekitarnya tenang aja, di Bekasi kereta ini juga berhenti kok. Sebagai catatan, kereta ini berangkat 1x sehari, jam 3 Sore dari stasiun Pasar Senen. Lama perjalanan kira2 11 jam lebih, karena berangkat jam 3 Sore, sampai stasiun Kediri sekitar pukul 4 subuh.

Tips sebelum berangkat :

- Beli tiket minimal 2-3 hari sebelum keberangkatan, biar ga kehabisan tiket. Klo lagi musim liburan, beli minimal seminggu sebelumnya.

- Klo ga mau naik bisnis bisa naik eksekutif, cari aja yg jurusan Malang, nanti turun di Kediri. Sudah pasti harga jauh lebih mahal

Di Kereta

*kereta bisnis

Ada beberapa hal yang menarik untuk diceritakan selama berada di Kereta menuju Kediri. Kondisi kereta bisnis pun sudah cukup bagus, tidak terlalu gerah karena sudah terpasang beberapa kipas di tiap gerbongnya. Mungkin ini yg namanya Hoki, krn berangkat weekdays jd kereta tidak terlalu penuh. Jadi saya bisa pindah ke kursi kosong, jadi lega karena 2 kursi saya tempati . Yang kurang asik dr kereta bisnis adalah banyak berhenti di bbrp stasiun, Karena harus ngalah klo ada kereta eksekutif lewat. Tapi disini serunya, pas berhenti di Cirebon, kereta ini langsung diserbu oleh para penjaja makanan, mulai dari tahu, kacang, nasi bungkus, wingko babat, dan bbrp minuman. Jadi dari sekian banyak pedagang yg mondar mandir isi daganganya ya hanya berkutat itu-itu aja. Berhubung berangkat sendirian, di kereta bner2 kurang asik, ga ad tmen ngbrol. Menunggu 11 jam itu lumayan membosankan, mau main henpon, takut batre abis. Padahal ada colokan tiap tempat duduk, tp Cuma buat pajangan aja soalnya listriknya ga nyala. Jadi klo mau cas hape mesti ke gerbong makan, numpang disana. Alhasil Cuma bisa bengong, tidur, bengong dan tidur lagi hahaaha.. Singkat cerita, sampailah saya di Stasiun Kediri sekitar pukul 4 Subuh. Welcome to Kediri.

Tips di kereta (bisnis) :

- 11 jam itu cukup lama, sangat lama bahkan. Sedia Makanan (berat & cemilan) dan Minuman (1,5 liter), di kereta ada sih tp ya gitu lumayan harganya. Bisa juga beli di Cirebon, krn bnyak pedagang yg jualan di gerbong.

- Sewa bantal (6 rb perak), lmyan buat tidur.. saya nyesel ga sewa bantal, percuma duduk sendirian tp tidur ga asik gara2 ga ada bantal.

- Siapin Koran atau sejenisnya buat alas, ternyata tidur dibawah lebih asik, ga usah dikursi.. cukup alas Koran, dan nyenyak banget. Dan lagi2 saya ga bawa Koran, apes.

- Bawa sesuatu penghilang bosan, buku atau music player. Sangat sangat membantu.

- Shalat bisa dijamak kok, ada aer di wc kereta.

Tiba di Tulungrejo, Pare - Kediri

Sampai di Stasiun Kediri disambut adzan subuh, wajar Kediri itu lebih timur dr Jakarta jd aja adzan duluan. Seperti info yg sudah saya dapat dr Google-ing jd ga ada kesulitan menuju Pare dr Stasiun Kediri. Dari Stasiun naik becak ke jalan raya, dr jalan raya naik angkot Elf/Carry menuju Pare. Yg namanya Hoki, pasti aja ada. Lg nunggu angkot ngetem, eh ada 2 junior dikampus turun dr becak. Lumayan ada temen di angkot, jd aja bisa ngobrol2. Alasan junior ke Pare ya sama kaya saya, untuk bisa bahasa inggris lancar supaya lancar juga dapet kerjanya. Aminn.

Sampe Pare kurang lebih jam 6 pagi, dan itu udah sama kaya jam 8-9 di Jakarta. Terang dan lumayan Panas. Tempat pertama yang dituju adalah Elfast di Jl. Anggrek, krn saya sudah daftar by phone seminggu sebelumnya. Hal terlintas pertama adalah, “ooo ini toh kampung inggris, ternyata ga kampung2 banget.. lumayan bersih dan agak ramai..”. kebetulan kantor Elfast buka jam 7, dan sudah sampai sekitar pukul 6 lewat, Terpaksa menunggu, yasudah sekalian saja liat2 tempat les Elfast. Dan ternyata…, sesuai yang saya liat di internet. Bangunan seadanya, lesnya pun duduk dilantai menggunakan karpet, dan banyak sepeda di parker di halaman. Itu jam 6 pagi loh, kelas sudah penuh, hebaat. Akhirnya kantor Elfast buka, saatnya konfirmasi untuk program Les dan Camp. Dan ternyata camp yg lama nya penuh, dan di oper ke camp yg baru yg bangunannya blm rampung dan dari 7-8 kamar baru keiisi 1 kamar. Jadi saya putusin ga ambil camp Elfast, uang pun kembali. Saatnya cari camp lain.

Berhubung bbrp junior sdh dapet kos di sekitar jl. Dahlia saya putuskan untuk cari camp sekitar dahlia, kan lumayan ada temen nantinya. 2 tas besar cukup berat, jadi mari sewa becak buat ke jl Dahlia, ini bukan abang becak, lebih tepatnya kakek becak. Ya karena memang sudah keriput, perkiraan umur 50an menuju 60an. “Pak ke jl. Dahlia ya”, dan becak pun di gayuh. Hampir 10 menit berlalu, dan kenapa ga sampe2, perasaan td pas naik angkot Jl Dahlia sama Jl. Anggrek tempat Elfast itu deket. Ga lama si bapak becak nanya, “Dek tadi mau kemana toh?, “Jl. Dahlia Pak” sahut saya. “ooo saya ga tau Jl. Dahlia dimana dek”.. Haaahh?? Asemmm, klo ga tau kenapa td ngangguk2 aja pak.. pantesan aja kok kayaknya jauh banget. Ujung2nya nanya sama orang sekitar, baru deh bisa sampe ke jln dahlia. Dan benar, jl.Dahlia ga sampe 400 meter dari tempat saya naik becak si kakek itu.. Kek.. Kek.. ada2 aja dah..

*to be continued.. bersambung.. nanti lanjut ke cerita tentang apa dan bagaimana kampung inggris itu.. salam, -akhsan catur


Powered by Blogger.

Total Pageviews

visitor

Followers