Mereka Cinta, Mereka Sayang..

via cang gugel.com
 
Februari..
Yang katanya bulan penuh cinta. yang katanya bulan penuh kasing sayang. yang katanya bulan paling romatis dibanding bulan-bulan lainnya. Entah kenapa awal mulanya, mungkin karena ada perayaan valentine di 14 Februari, makanya setaip masuk februari semua nuansa berubah menjadi merah menjurus ke pink-pink an. 
Ya meskipun pasti tetep saja ada pro kontra masalah bulan kasih sayang maupung hari valentine, toh kita ga usah ambil pusing. yang terpenting dengan adanya Jargon bulan kasih sayang, serentak di bulan februari menjadi bulan penuh kasih sayang bagi para pelaku usaha Coklat, Bunga, Boneka, dll yang kecipratan orderan. Sampe-sampe Go Jek pun ikur kecipratan orderan di hari valentine kemaren..

Nah, biasanya kasih sayang atau cinta selalu identik dengan kisah laku perbuatan lawan jenis seorang wanita dengan seorang pria entah itu yg berumur ataupun yang masih piyik (yang masih piyik biasanya lebih heboh).. Eh naasnya Jaman Modern Edan sekarang malah kasih sayang dan cinta identik dengan kasih sayang sesama jenis para kaum LGBT (Lesbi, Gay, Bisex & Transgender).. Hah sudahlah, biarkan mereka dilaknat nantinya atas perbuatannya.. Cerita kali ini ga mau bahas masalah LGBT, karena emang buat apa ceritain hal tersebut..

Coba kita sedikit berpikir ga biasa, hal apakah yang bisa kita sebut dengan Cinta atau kasih sayang, yang tidak melulu tentang dua sejoli.. Hal-hal yang hampir setiap harinya kita alami namun tanpa kita sadari hal tersebutlah yang bisa kita bilang cinta sebenarnya, tanpa bawa bawa turunan adam hawa dan tetek bengek rayuan picisan ala Kahlil Gibran yang katanya pujangga tersohor itu..

Kalian tau Bonek, Viking, Aremania, The Jak Mania?? atau kalau bagi kalian yang ga saka barang lokal mungkin tau Hooligan, Liverpulians/The Kopites, Madridistas, Milanisti, Gooners, Citizen, Barcelonistas??. Okeh saya yakin sudah pasti tau lah ya. Kalau bicara soal Cinta dan Kasih sayang, so pasti saya nempatin posisi nomor teratas ini kepada para fans sepakbola ini. Entah magis apa yang bikin mereka seperti itu, membela habis habisan club kesayangan dari mulai beli harga tiket selangit, desak desakan masuk stadion, mentato tubuh, bela belain begadang, sampai adu bacot adu jotos kalau tim kesayangan kalah dan dihina. Kalau dipikir apa yang mereka dapat?? toh cuma perasaan bahagia kalau tim mereka menang dan juara, tidak ada hal lain yang mereka dapatkan. Saya sebenermya juga fans sebuah club sepakbola dan merasakan apa yang mereka rasakan, Cinta... Cinta terhadap klub idola.. kalau dipikir logika sih ngapain juga sampe segitunya, tapi kan kata pujangga dan kata Agnse Monica, Cinta itu kadang kadang tak pakai logika.

Lalu, kalian pernah mendengar nama Ibu Aisyah, Pak Gatot, Ibu Sulistianingsih, Bapak Muljono dan siapapun nama Ibu dan Bapak guru kita dulu waktu kecil.. Atau pernah dengar Ibu Butet? pengajar Suka Anak Dalam di pedalaman Jambi. Atau pernah dengar Indonesia Mengajar? atau Kisah inspiratif guru guru lainnya di desa terpencil lainnya.. inilah salah satu bentuk Cinta dan Kasih Sayang yang saya salut dan angkat topi. Kita sama-sama tahu lah jaman dulu gaji guru berapa??. Gimana rasanya hidup di pedalaman kayak Ibu Butet buat ngajar suku anak dalam, suku yang buta baca tulis dari lahir, suku yang hidup berpindah-pindah dari satu kebun ke kebun lainnya.. atau kisah heroik para lulusan muda yang rela mengabdi ke desa desa untuk jadi tenaga pegajar disana, meskipun kita tahu dengan kepintaran dan rekam jejak akademik mereka, tentunya ga susah buat masuk perusahan multi nasional.. Itulah bukti Cinta, cinta terhadap masa depan Indonesia kedepanya, tentu Indonesia yang lebih baik dengan pendidikan yang merata.
 

Dan inilah Cinta yang sebenarnya cinta. Anda tentu pernah keluar tengah malam, pagi buta atau di waktu subuh melihat seorang bapak-bapak mencari rezeki dengan berbagai macam profesi. Ada supir angkot, driver ojek, pembersih jalan raya, tukang tambal ban, tukang betulin jalan rusak, tukang nasi goreng, tukang pecel ayam, depot jamu, warkop pinggir jalan, security kantor, hansip komplek perumahan, penjaja koran, penjual kue subuh, dan segala macam profesi di saat matahari masih belum tampak. Disaat yang lain yang normal masih tertidur dan terlelap, mereka teteap melawan angin malam untuk keluarga terkasih. Sudahlah, kalo tentang ini ga usah banyak penjelasan kata kata.. Toh kita sudah tahu apa yang mereka lakukuan itu adalah bukti shahih tanda cinta mereka kepada keluarga tersayang, istri dan anak-anak mereka.. Tak kenal waktu, tak kenal capek, meski gelap dan menahan kantuk ya atas nama Cinta terhadap keluarga mereka tetep ikhlas menjalani pekerjaan tersebut.. Ada kepuasan banthin tersendiri  bagi mereka, ketika apa yang mereka kerjakan itu bisa membuat keluarga mereka bahagia dan terus tersenyum setiap harinya.. Bukan sok mennggurui, atau gaya2an kasih nasehat.. buat kalian yang masih punya orang tua, segeralah datangi orang tua kalian atau hub mereka, katakan terima kasih dan katakan kalau kalian menyayangi mereka :). Semua yang telah mereka lakukan selama ini ya simpel, karena Mereka Cinta, Mereka Sayang..

Sayang dan Cinta tak kenal waktu, meski februari dibilang bulan penuh cinta tapi cinta kita harus tetap mekar setiap waktu.. #hasseekkk

salam.

-akhsan catur-
Muara Bungo 17 Februari 2016






Powered by Blogger.

Total Pageviews

visitor

Followers