Buku : Lead By Heart (Biografi Michael D Ruslim, CEO Astra 2005-2010)

Assalamualaikum.. sekarang mau nulis sedikit yang beda hehe.. nulis resensi buku, kebetulan dapet tugas dari kantor rangkum nih buku, yudah sekalian aja saya tulis.. okeh langsung aja..


Judul Buku : “MICHAEL D. RUSLIM : LEAD BY HEART”

Penulis : Wiwiek D Santoso, Paulus Bambang, dkk

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - 2011

Saya selalu berpikir : apa sih bisnis astra? Dan saya selalu kembali pada pemikiran “Asset to the Nation”. Astra harus bisa berkontribusi pada bangsa. – Michael D Ruslim.

Buku “Lead by Heart” memotret sosok Michael Dharmawan Ruslim, pria berkaca mata yang santun, ramah, dan bersahaja. Seorang sosok pemimpin yang jauh dari kesan otoriter, pemimpin sederhana namun berintegritas tinggi.

Lead by Heart adalah rekam jejak Michael D. Ruslim, CEO Astra 2005-2010, dalam mengemban berbagai peran sebagai pemimpin. Lahir di Bandung, 29 November 1957, anak ke 3 dari 6 bersaudara, besar di tengah keluarga pebisnins. Selepas SMA, Michael terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah di University of California, Berkeley untuk mengambil Bachelor di bidang Industrial Engineering yang diselesaian tahun 1976. Setelah itu mengambil MBA bidang Finance Operation Research di University of Wisconsin-Madison.

Pulang ke Indonesia dan meniti karier awal sebagai Management Trainee di Citibank pada tahun 1978. Di Citibank, kecerdasan, ketekunan serta kedisiplinanya menjadi modalnya untuk meniti karier. Alhasil posisi Corporate Banking Division Head ia duduki sampai akhirnya menjadi Investment Banking Division Head.

Lima tahun di Citibank akhirnya Michael menerima pinangan Astra di awal tahun 1980an yang saat itu sedang tumbuh pesat. Michael dipercaya untuk membangun sekaligus mengembangkan Divisi Jasa Keuangan Astra yang tengah dirintis. Michael ditugaskan menjadi GM Corporate Finance Divison. Disinilah awal mula kesuksesan Michael, yang nantinya akan menjadi nomor satu di perusahan nomor satu di Indonesia.

Michael tak hanya sekedar pemimpin namun juga creator dan builder. Terbukti berkat kegigihanya akhirnya lahir Rahardja Sedaya di tahun 1982 sebuah perusahan pembaiayaan astra yang akhirnya menjadi cikal bakal Astra Sedaya Finance, Astra Multi Finance, Swadharma Bakti Sedaya Finance, Pratama Sedaya Finance dan Staco Estika Sedaya Finance yang sampai sekarang kita kenal dengan brand Astra Credit Companies.

Menjadi bagian Direksi Astra sejak tahun 1991 yang membuat Michael didaulat untuk meneruskan tonggak kepemimpinan Astra di tahun 2005 sebagai CEO menggantikan Budi Setiadharma. Menjadi CEO Astra, Michael tetap menjaga values yang menjadi jiwa Astra yaitu Catur Dharma, yang dia anggap sebagai fondasi kuat Astra untuk terus melangkah maju.

Michael digambarkan sebagai seorang yang berkarakter, memiliki integritas tinggi, sederhana, rendah hati, sangat menghargai orang lain, dan lebih senang bekerja dibelakang layar dari pada menonjolkan dirinya sendiri. Tiga prinsip yang selalu dipegangnya adalah 3W yaitu winning concept, winning system, winning team. 3 Kesuksesan itu adalah apabila organisasi memilki konsep yang terbaik, system yang terbaik dan tim hebat sebagai penggerak (bukan individu!).

Michael adalah penganut “Simple is Beautiful”. Baginya hal serumit apapun harus bisa diungkapkan dengan mudah. Beliau biasa menyabutnya KISS : keep it simple, (and) stupid. “Kalau kamu tidak mampu menjelaskan poin kamu dalam 5 menit itu artinya kamu sendiri bekum mengerti apa yang kamu jelaskan”, tandasnya kepada para eksekutifnya maupun karyawannya.

Michael benar-benar memiliki skill leadership yang tinggi, visi beliau sangat jauh kedepan. Dia selalu mencanangkan suatu saat harus ada yang meneruskan kesuksesan Astra. “Kalau tidak create leader, you tidak sukses. Kalau orang tergantung kamu, itu bukan good leader”, ucap Michael. Baginya produk, teknologi, atau sebuah system bisa saja dibeli, di-copy atau mem-benchmark dari lokasi-lokasi terbaik. Tapi, orang, atau SDM, adalah sesuatu yang sangat sulit ditiru. “Astra itu dibangun oleh orang, Fondasi sukses Astra adalah orang, people” demikian keyakinanya.

“Kita harus seperti kasih seorang Ibu : memberi tak harap kembali” seru Michael saat meluncurkan program terbarunya kala itu. SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia, inilah program yang digagas beliau untuk membangkitkan nasionalisme dan nation and character building di lingkunghan Astra. Sebuah program yang strategis bagis Astra karena sebagai payung kegiatan yang komplit. Ke lingkup internal, wadah ini berfungsi mengonsolidasikan serta mengoordinasikan kegaiatan-kegiatan CSR Astra di seluruh Indonesia. Adapun ke lingkup eksternal, SATU Indonesia diharapkan bisa menampilkan wajah Astra sebagai kelompok usaha yang berwawasan kebangsaan, semacam corporate branding.

Satu lagi peninggalan Michael yang begitu apik ialah keberadaan Musuem Astra di kantor pusat Astra, Sunter – Jakarta Utara. Digagas awal tahun 2007, Museum Astra rampung pada Mei 2008. Beliau berucap tentang pentingnya museum tersebut, “Supaya kita tahu sejarah Astra, tahu bagaimana peran para pendiri, para pemimpin kita, yang bisa memberika inspirasi bagi anak-anak muda Astra,” tandasnya.

sekian, wassalam - akhsancatur

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Total Pageviews

visitor

Followers