Cerita dibalik Pendidikan di Indonesia

assalamualaikum.

wah hampir 2 bulan nih ga posting cerita.. bukan untuk mencari alasan, tp emang lagi agak sedikit sibuk akhir2 ini, mulai dari kerjaan kantor sampe urusan perniagaan hehehe.. niat cerita hari ini juga ga sengaja sebenrnya, kebetulan td abis baca koran KOMP*S (15 Juni) sama yg berita bbrp hari yg lalu (lupa tgl berapa hehe).. mungkin saya ga akan cerita detail ttg isi berita do koran tsb, tp akan coba bahas inti dan garis besarnya aja.


cerita pertama, cerita yg ud dibahas oleh tv2 nasional, dan td dibahas oleh koran KOMP*S. Cerita ttg seorang anak SD yg dipaksa oleh gurunya memberi contekan massal kepada tmn2nya pas UAN berlangsung, usut punya usut sang guru ternyata disuruh oleh Kepala Sekolah untuk meminta diadakan contek massal agar siswanya lulus UAN semua, dan nama sekolah tidak tercemar. ga sampe situ aja, ternyata ketika si anak cerita ke orang tuanya, dan orang tuanya melapor kepada pihak terkait karena anaknya dipaksa memeberikan contek massal pas UAN, ternyata si keluarga anak itu di usir dari daerah tempat mereka tinggal karena melaporkan Contek Massal tersebut. warga2 daerah tersebut takut anak2 mereka jadi tidak lulus akibat pelaporan sang orang tua ke pihak berwajib. yah DIUSIR dari tempat mereka tinggal hanya karena melaporkan anaknya yg dipaksa memberikan CONTEKAN MASSAL ketika UAN. sungguh sebuah cerita yg ironis, mengapa bisa sampai terjadi di negara kita ini.


cerita kedua, msh sama dr koran KOMP*S (soalnya di rumah langganan, jd setiap hari baca sebelum ngantor hehe) . Saya lupa kpn tglnya, tp sya masih ingat isi berita tsb. masih tentang pendidikan di Indonesia, namun ini bukan kejelakan, namun sebuah cerita yg bisa membuat kita berpikir, dan kita akan malu, tapi bisa membuat motivasi juga bagi kita. Isi beritanya adalah, kisah seorang anak perempuan SMP dikampung di Jawa Tengah (atau Timur lupa) yang berjuang keras, bersekolah di SMP terbuka di kampungnya. Anak perempaun itu bersekolah setiap harinya dr petang sampai malam hari di SMP terbuka sepulang dr dia bekerja serabutan membantu orang tuanya di pagi dan siang hari. Alasan dia tetap melanjutkan sekolah disela kesibukannya membantu orang tuanya mencari nafkah cuma 1, "DIA INGIN IKUT UAN, DAN PUNYA IJASAH SMP". ya hanya ingin selembar IJASAH SMP. alasan nya pun sederhana, ternyata anak perempuan itu ingin menjadi PRT kelak, ya Pembantu Rumah Tangga. karena menurut teman2nya dikampung, gaji PRT bila lulus SMP itu gajinya lebih besar dari PRT yang tidak sekolah, ataupun yg hanya lulus SD. "Gaji pembantu kalau lulus SMP itu bisa 500 rb sebln, klo cuma lulusan SD hanya sekitar 300 rb sebulan. Lumayan bisa buat dikasih ke orang Tua. Makanya saya berjuang keras untuk UAN thn ini" ucap anak perempuan itu polos. Tp sayang, setelah UAN SMP selesai dan hasil diumumkan, ternyata nilai nya tidak mencukupi untuk dikatakan Lulus UAN SMP. anak perempuan tsb sedih, namun dia tidak patah semangat, dan dia berncana untuk mengambil ujian Paket B (persamaan SMP atau setara SMP). Coba bayangkan, hanya ingin menjadi seorang PRT anak tsb rela berusaha keras untuk bersekolah. namun kebanyakan pelajar jaman sekarang selalu punya cita2 tinggi namun tidak ingin berusaha keras untuk mengapai impian tersebut.


mungkin hanya itu 2 cerita yg bisa saya tulis. Tak perlu banyak coment, toh kita pasti mengerti hikmah dibalik 2 cerita diatas. Semoga dengan ada adanya 2 cerita diatas tersebut bisa membuka mata, hati dan pikiran kita agar terus berusaha sekeras mungkin namun tetap selalu berbuat baik dan jujur salam menjalani hidup ini. semoga kita bisa terus belajar untuk merubah diri kita menjadi semakin baik, dan terus semakin baik.

Selalu ada hikmah dibalik sebuah cerita. wassalam. -akhsancatur.

3 comments:

Amir Syafrudin said...

Cerita pertama ramai dibicarakan di media. Cerita kedua baru dengar tuh. Yang bersangkutan benar-benar menentukan mimpi yang realistis ya. Cita-citanya sesuai kapasitas dan gak muluk-muluk, tapi tujuannya tetap agung. Semoga yang bersangkutan berhasil mendapat ijazah SMP-nya.

Salam kenal.

Brom said...

Memang miris banget ya pendidikan di negara tercinta kita ini. Padahal ga ada cara lain yang lebih gampang buat memajukan bangsa, selain mencerdaskan anak-anaknya.

Semoga suatu saat nanti semua orang bisa sadar, pendidikan itu tentang ilmu bukan cuma angka... :)

akhsan catur said...

@amir : media emang gitu. sukanya menonjolkan yg negatif2.. banyak cerita positif ttg Indonesia padahal loh..

@boy : yah begitulah kenyataan di negara kita, kita doakan saja pendidikan kita cepat maju supaya kualitas manusia2nya bisa maju juga.. aminn

Post a Comment

Powered by Blogger.

Total Pageviews

visitor

Followers